Our Blog

Segala yang Baru dan Terkini dapat Kamu dapatkan Disini! Selamat Membaca

SIBA - Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki banyak daya tarik untuk dikunjungi. Banyak orang memutuskan mengadu nasib di Jakarta karena kota ini dianggap mampu menaikkan kualitas perekonomian.

Selain itu Jakarta juga menyimpan banyak sejarah masa lampau. Banyak tempat bersejarah di Jakarta yang dapat dikunjungi.

Saat berwisata tak lengkap jika tak mencicipi kuliner suatu daerah tak terkecuali saat mengunjungi Jakarta. Mencicipi suatu masakan khas atau legendaris merupakan salah satu cara terbaik untuk mengenal budaya pada daerah tersebut.

Nah, Jakarta juga memiliki kuliner yang patut untuk dicicipi. Banyak kuliner Jakarta yang dapat ditemui saat Anda bertandang ke kota metropolitan ini. Kuliner Jakarta dapat meliputi makanan berat, jajanan pasar, hingga minuman tradisional.

Pada dasarnya kuliner Jakarta dipengaruhi oleh kuliner Betawi. Hal ini tak lepas dari penduduk asli Jakarta yang notabene berasal dari suku betawi. Suku Betawi sendiri adalah sebuah suku bangsa di Indonesia yang umumnya bermukim di Batavia dari sejak abad ke-17.

Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, Tionghoa, dan India.

Kuliner Jakarta telah diwariskan turun temurun dari penduduk asli suku Betawi. Seperti kebanyakan kuliner khas lain, kuliner Jakarta telah dipengaruhi selama berabad-abad oleh penduduk asli maupun penjajah.

Cita rasa dari kuliner Jakarta atau Betawi cukup beragam dan berkelas. Pastinya kenikmatan dan kelezatan dari kuliner Jakarta ini tak akan terbantahkan.

Soto Betawi

Soto merupakan salah satu jenis makanan yang dapat ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Soto pada sebuah daerah memiliki cita rasanya sendiri.

Salah satu yang paling dikenal adalah soto betawi. Soto betawi merupakan salah satu kuliner Jakarta legendaris yang wajib di icip saat berada di Jakarta.

Istilah soto Betawi hadir dalam kuliner masakan Indonesia sekitar tahun 1977-1978, yang memopulerkan dan yang pertama memakai kata soto Betawi adalah penjual soto bernama Lie Boen Po di THR Lokasari, tentunya dengan ciri khas cita rasa sendiri. Istilah soto Betawi mulai menyebar menjadi istilah umum ketika penjual soto tersebut tutup sekitar tahun 1991.

Kuah soto Betawi merupakan campuran santan dan susu yang membuat cita rasa soto ini begitu legendaris. Soto betawi berisi jerohan dan seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, terpedo, dan juga hati. Daging sapi juga menjadi bahan campuran dalam soto Betawi.

Nasi Kebuli Betawi

Kuliner Jakarta legendaris selanjutnya adalah nasi kebuli. Nasi kebuli adalah hidangan nasi berbumbu yang bercitarasa gurih. Nasi ini dimasak bersama kaldu daging kambing, susu kambing, dan minyak samin, disajikan dengan daging kambing goreng dan kadang ditaburi dengan irisan kurma atau kismis.

Hidangan ini populer di kalangan warga Betawi di Jakarta dan warga keturunan Arab di Indonesia. Nasi kebuli menunjukkan pengaruh budaya Arab Timur Tengah dan India Muslim, tepatnya tradisi Arab Yaman.

Dalam kebudayaan Betawi, nasi kebuli biasanya disajikan dalam perayaan keagamaan Islam, seperti lebaran, kurban, atau maulid.

Kerak Telor

Kerak telor tekenal dengan rasanya yang gurih. Terbuat dari telur ayam atau bebek, beras ketan putih, ebi yang disangrai hingga menyerupai abon, lalu ditambah bawang goreng dan diberi bumbu halus seperti kelapa sangrai. Kerak telor menjadi salah satu makanan yang sangat populer dan favorit bagi warga Jakarta.

Kerak telor hingga saat ini masih kerap dijumpai di banyak tempat di Jakarta. Salah satunya adalah kawasan wisata Kota Tua. Bahkan kerak telor juga telah banyak ditemui di berbagai daerah di luar Jakarta lho!


Mau Dapatkan Harga Spesial?

Hubungi Kami

Location

Jl Raja Haji Fisabilillah 
No. 53 KM. 8 (Batu 8 Atas) Depan Bintan Mobil 

View on Google Map

Contact

Mobile: 0812 7030 0077
WhatsApp: 0822 8818 3338

Email: admin@sibaexpress.co.id

Open Hours

Senin - Jumat: 8 Pagi - 5 Sore
Jumat - Sabtu: 8 Pagi - 4 Sore
Minggu: Libur